Spirulina Cyano isi 300 tablet

Memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan lengkap untuk tubuh sehingga organ-organ tubuh menjadi sehat berkat makanan ber-alkali ini yang berasal dari dasar laut.

Jelly Gamat Gold G

Berbahan baku teripang emas yang merupakan jenis teripang terbaik di dasar laut. Sangat tinggi kandungan gizi dan collagen sehingga mampu dengan cepat meregenerasi sel-sel baru sehat bagi penyembuhan berbagai penyakit.

Jelly Gamat Gold G

Adalah produk suplemen yang sangat baik bagi kesembuhan penyakit yang diderita dengan kandungannya yang sangat bagus untuk membunuh kanker.

Spirulina Cyano

Spirulina adalah ganggang hijau-biru yang merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan gizi tinggi yang menakjubkan.

Jelly Gamat Gold G dan Spirulina Cyano

Adalah produk yang dapat dipadukan untuk penyembuhan sakit kanker, tumor, hepatitis, virus HIV yang sangat mematikan. Cobalah untuk mengkonsumsinya dengan teratur 3x sehari.

Sunday, June 23, 2013

Teripang Imunomodulator Hingga Antitumor

By Republika Newsroom

JAKARTA–Sebagai negara kepulauan, Indonesia diberikan anugerah ragam hayati biota laut yang luar biasa. Salah satunya, pemanfaatan teripang sebagai medium kesehatan.

Teripang merupakan hewan invertebrata, dikenal timun laut (Holothuroidea) yang dapat dimakan. Ia tersebar luas di lingkungan laut diseluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat.

Beberapa spesies teripang yang mempunyai nilai ekonomis penting diantaranya: teripang putih (Holothuria scabra), teripang koro (Microthele nobelis), teripang pandan (Theenota ananas), teripang dongnga (Stichopu ssp) dan beberapa jenis teripang lainnya

Konon, pemanfaatan Teripang atau bernama Gamat (Sea Cucumber) sudah dikenal ratusan tahun lalu sebagai antiseptik tradisional dan obat serbaguna untuk berbagai penyakit pada masyarakat Madura dan Bugis bahkan pulau Langkawi, Malaysia.

Tak hanya itu, air yang berada pada teripang, bila diminumkan kepada wanita sehabis melahirkan dipercaya daat menghentikan pendarahan. Air itu bisa mempercepat proses penyembuhan luka khitan pada anak laki-laki masyarakat Pulau Langkawi.

Berbagai penelitian yang dilakukan mencatat, teripang memiliki kandungan protein tinggi mencapai 82%. Ditambah asam lemak essensial, teripang mujarab memperkuat sel hati untuk mengeluarkan antibiotik. Sehingga, teripang dapat disebut pula imunomodulator.

Penelitian lain di China melaporkan, secara medis tubuh dan kulit teripang jenis teripangan Dongnga (Stichopus japonicas) berkhasiat menyembuhkan penyakit ginjal, penyakit jantung, alergi, paru-paru basah, anemia, anti-imflamasi, dan mencegah arteriosklerosis serta penuaan jaringan tubuh (antiageing).

Hebatnya lagi, ekstrak murni teripang mempunyai kecenderungan menghasilkan holotoksin yang efeknya sama dengan antimicyn dengan kadar 6,25-25 mikrogram/milliliter. Teripang mengandung pula asam lemak tidak jenuh jenis omega 3 yang penting untuk kesehatan jantung. Universitas Los Banos Filipina dalam penelitiannya mengungkap, teripang dapat menjadi gen antitumor dan sebagai obat HIV.

Selain itu terdapat pula senyawa yang paling berpengaruh, senyawa itu bernama lektin. Senyawa ini bersifat mitogenik atau dapat berkembang cepat dan antimikroba.

Lektin dalam dunia medis diyakini efektif melawan kanker otot saat percobaan pada tikus dan kanker paru-paru manusia dengan dosis masing-masing 5 dan 50 mikrogram. Lektin juga berefek positif bagi terapi HIV sebab mampu mengurung sel jahat.

Dengan ragam kaya manfaat, teripang lantas menjadi komoditas kesehatan utama. Banyak terdapat produk-produk olahan yang berbahan dasar teripang. Sehingga tak perlu repot mengolah teripang secara tradisional. Harga yang terjangkau menjadikan olahan teripang menjadi alternatif bagi yang mengidamkan tubuh sehat.

Tapi sayang, keberadaan teripang di Indonesia terancam. Populasi hewan lunak ini konon menurun drastis. Selain akibat konsumsi berlebih, habitat asli teripang rusak parah karena ulah manusia.

Khasiat-khasiat Ekstrak teripang mampu menyembuhkan penyakit seperti :

Stroke, Jantung Koroner, Kencing Manis & Luka Gangren, Kanker (Tumor),Gagal Ginjal, Chirosis Hepatis, Asam Urat, Rhematik, Wasir, Esteoporosis (Pengeroposan Tulang), Alergi Saluran Pernafasan (Bersin, Filek, Sinusitis, Asma), Alergi Kulit (Aksim, Darah Tinggi, Darah Rendah, Kolesterol, Penyempitan Pembuluh Darah, Penurunan Fungsi Liver, Rambut Rontok, Pembesaran Prostat, dll.

Kandungan utama Teripang

Protein 86,8 %, 80% kolagen, Mucopolysacarida, Condroitin Sulfat dan Glukosamin (GAGs), Omega 3, 6 dan 9, Mineral, Bio Active Element dan Asam Amino.

Saturday, June 15, 2013

Obat Jerawat Gamat Emas Gold-G Sea Cucumber


Rani Anggraini, usia : 37 tahun,


Jika sebelumnya kulit wajah kusam, kulit berminyak di daerah “T” perlahan mulai lembab dan berkurang kadar minyaknya. Wajah terlihat lebih fresh dan badan lebih bugar. Di samping itu, selain konsumsi Gold-G gamat emas dua kali sehari sebanyak 2 sendok makan, Gold-G juga saya gunakan sebagai pelembab bibir karena sebelumnya bibir saya sering pecah-pecah bahkan sering terluka dan berdarah.

Berbagai kosmetik pelembab sudah saya gunakan tapi hanya mampu memberikan efek luar saja. Dengan mengoleskan Gold-G di bibir yang pecah hanya dalam 3 hari bibir tidak pernah pecah-pecah lagi. Selain itu, Gold-G juga bagus untuk dioleskan di wajah sebagai masker terutama bisa membuat jerawat cepat mengering dan cepat menghilangkan noda-noda bekas jerawat.

Sekarang, pemakaian Gold-G Goldgamat tetap rutin saya gunakan meskipun sudah tidak ada keluhan lagi, justru bisa menghemat pengeluaran daripada harus ke salon yang mahal-mahal. Dengan minum Gold-G sea cucumber sudah bisa menjaga kesehatan, kebugaran dari dalam dan juga luar. Gold-g sebagai obat jerawat gamat emas Gold-G sea cucumber sangat ampuh.

Untuk Pemesanan Hubungi : 0816-188-0660

Wednesday, June 12, 2013

Penyakit Telinga

Jelly Gamat atau ekstra teripang efektif atasi penyakit telinga,dengan metode pengobatan alami.Obat penyakit telinga Jelly Gamat  teruji secara klinis efektif atasi segala macam masalah pada telinga anda(penyakit telinga).Simak kisah sembuh dari penyakit telinga dibawah ini :
Menghadang Radang Telinga
Trubus 481 – Desember 2009
Anak Anda kerap menonton TV dengan suara keras? Itulah salah satu indikasi penyakit Glue Ear, seperti dialami Chintya Valentina. Sebanyak 6,6 juta orang Indonesia mengidap penyakit itu. Nina Lestari terperanjat melihat anaknya: Chintya Valentina (bukan nama sebenarnya) asyik menyaksikan TV bersuara sangat keras sehingga memekakkan telinga. Padahal, Chintya hanya berjarak 6 meter di depan kotak ajaib itu. Oleh karena itu Nina bergegas mengambil remote dan mengecilkan volume suara televise. Namun, Chintya mengambil remote dan memperbesar kembali volume televisi.
Semula Nina menganggap itu hanya keisengan bocah berusia 5 tahun. Namun beberapa bulan berselang, Chintya kerap mengeluh tak bisa mendengar . Dampak dari gangguan pendengaran itu, Chintya yang duduk di barisan belakang di kelas harus bolak-balik ke depan untuk menyimak pelajaran.
Lem Telinga

Ibu 3 anak itu sangat khawatir sehingga membawa Chintya ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di Jakarta Selatan. Setelah memeriksa intensif, dokter mendiagnosis Chintya menderita glue ear. Orang awam menyebutnya congek atau kopok. Lazim pula dikenal sebagai otitis media sipuratif kronik (OMSK). OMSK merupakan infeksi telinga bagian tengah, biasanya disertai pengeluaran cairan dari liang telinga sehingga disebut supuratif . Disebut kronik jika penyakit ini hilang-timbul atau menetap selama 2 bulan atau lebih.
Menurut dr Maria Theresia Karnadi di Jakarta, radang telinga glue ear merujuk pada terjadinya penyumbatan cairan kental di telinga bagian tengah. Akibatnya pendengaran penderita terganggu. Penyebabnya beragam: alergi, infeksi kuman, dan kerusakan mekanis pada tuba auditorius – saluran penghubung antara telinga dan hidung.
Survei departemen kesehatan menunjukkan kuman penyebab OMSK antara lain Staphylococcus aureus sebanyak 26%, Pseudomonas aeruginosa 19,3%, Streptococcus epidermidimis 10,3%, gram positif lain 18,1% serta kuman gram negatif lain sebanyak 7,8%.
Untuk mengatasi gangguan pendengaran itu, dokter meresepkan obat semprot hidung, digunakan tiap pagi dan malam, serta antialergi. Meski disiplin mengkonsumsi obat selama 5 bulan, gangguan pendengaran itu tak kunjung hilang.
Bahkan pada 2008 Chintya harus menjalani operasi untuk mengeluarkan cairan yang menumpuk di telinga. Lubang kecil sekitar 2-3cm dibuat di gendang telinga. Setelah itu dimasukkan grommet alias pipa kecil ke dalam lubang telinga yang telah dilubangi. Tujuannya untuk mengeluarkan cairan yang menumpuk.
Grommets akan lepas dengan sendirinya ketika gendang telinga tumbuh kembali, biasanya setelah 6-12 bulan. Toh itu tak terlalu membantu pendengaran gadis kelahiran 14 Februari 1994 itu.
Penderita yang mendapat infeksi telinga biasanya menderita infeksi saluran nafas atas semisal influenza atau sakit tenggorokan. Antara hidung dan telinga dihubungkan oleh sebuah saluran tuba auditorius. Jika infeksi di saluran atas tak diobati dengan baik bisa menjalar ke telinga.
Antibakteri
Pada Januari 2009 seorang kerabat menyarankan Nina untuk memberikan ekstrak teripang kepada Cynthia. Karena pengobatan yang selama ini dijalani belum membuahkan hasil. Nina menuruti saran itu. Cynthia pun rutin mengkonsumsi 1 sendok makan ekstrak teripang 3 kali sehari. Sebagai tambahan, ia juga mengkonsumsi 10 tablet spirulina 2 Kali sehari.Untuk pemesanan hubungi 0816-1880660
Sebulan kemudian, kondisi tubuhnya kian fit dan pendengarannya pun membaik. Kandungan gizi teripang yang lengkap membuatnya ampuh membangun kekebalan tubuh dan memberantas bakteri. Sebut saja 9 jenis karbohidrat, 19 jenis asam amino, 25 komponen vitamin, 59 jenis lemak, 5 jenis sterol, dan 10 jenis mineral
Itu diperkuat oleh hasil riset dari Prof Ridzwan Hashim dari Universita Kebangsaan Malaysia bahwa teripang Bohadshia orgus, Holothuria atra, dan H. scobra berefek antibakteri. Musababnya, menurut Ridzwan, ”namiko” -sebutan teripang di Jepang-mengandung phosphate, buffered saline yang ampuh menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif. Berkat itulah kini Cynthia tak perlu mengeraskan volume televisi yang membuat pekak telinga seluruh penghuni rumah. (Faiz Yajri)
 
Untuk Pemesanan hubungi 0816-1880660
Transfer Pembayaran ke Rekening :
BCA Cabang Buaran Jakarta
A/C 6330549058
Atas Nama : Sri Rahayuningsih

Penyakit Lupus Sembuh Dengan Gamat Gold G

Gejala Penyakit Lupus Dan Pengobatannya

Apa Penyakit Lupus Itu?

Bukan Penyakit Keturunan

Seabad lalu, penyebab penyakit ini diperkirakan adalah karena faktor keturunan, selain faktor hormon dan lingkungan (seperti stres, sinar matahari, infeksi, makanan dan obat-obatan). Namun, kini disimpulkan para ahli bahwa penyebab dari penyakit Lupus adalah bukan merupakan penyakit keturunan!
Penyakit Lupus tidak diturunkan, hanya 5-10% pasien Lupus yang diturunkan dalam keluarga. Sebagian besar (90%) pasien Lupus tidak mempunyai saudara ataupun orangtua yang juga sakit Lupus.

Lebih Banyak Dialami Perempuan

Penyakit Lupus menyerang hampir 90% perempuan. Kini tercatat kurang lebih sekitar 5 juta pasien Lupus tersebar di seluruh dunia dan setiap tahunnya bertambah sebanyak 100.000 pasien baru.
Data di Amerika menunjukkan angka kejadian penyakit Lupus Ras Asia lebih tinggi dibandingkan ras Kaukasia. Di Indonesia jumlah penderita Lupus yang tercatat sebagai anggota YLI 789 orang, tetapi bila kita melakukan pendataan lebih seksama jumlah pasien Lupus di Indonesia akan lebih besar dari Amerika ( 1.500.000 orang).
Siapa saja yang bisa terserang Lupus ? Lupus seringkali disebut “penyakit wanita” meskipun faktanya laki- laki juga ada yang terkena. Lupus dapat diturunkan pada semua umur, namun sebagian besar pasien ditemukan pada perempuan usia produktif. Sembilan dari 10 orang dengan Lupus (Odapus) adalah wanita. Alasan mengapa Lupus lebih banyak menyerang kaum perempuan produktif, Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebabnya. Jumlah terbesar penderitanya dialami oleh perempuan di usia belasan tahun (yang sudah mendapatkan menstruasi).
Selain itu penyakit Lupus juga berhubungan dengan “hormon estrogen” yang banyak di produksi oleh perempuan. Tapi, secara pasti, penyakit Lupus ini (jarang) ditemukan pada anak-anak usia balita atau wanita menopouse. Pada perempuan usia subur dengan laki-laki perbandingannya adalah : 10 : 1 dan perbandingan ini akan mengecil pada kelompok perempuan usia menopuse.
Karena dialami oleh perempuan di usia subur, penyakit Lupus ini dapat menganggu kehamilan (terjadinya abortus, gangguan perkembangan janin/bayi mati sebelum dilahirkan). Terdapat peningkatan risiko dari aktivitas penyakit selama 3 atau 4 minggu setelah kehamilan.. Ada pula penyakit Lupus yang baru dijumpai pada saat kehamilan atau setelah melahirkan. Tetapi hal ini bukan berarti kaum perempuan harus ketakutan untuk mendapatkan keturunan. Kesuburan perempuan dengan Lupus tidak berpengaruh edngan penyakitnya. Data YLI menyebutkan banyak Odapus yang bisa memperoleh keturunan dengan keadaan bayi dalam kondisi sehat.
Bagi kaum perempuan yang mengalami Lupus diperbolehkan untuk hamil, memperoleh keturunan, di bawah pengawasan dokter secara penuh. Para dokter umumnya akan menganjurkan bagi pasien Lupus yang berat, apabila sudah memiliki anak sebaiknya tidak memiliki anak lagi selama masa kehamilan harus selalu kontrol secara teratur ke dokter ahli pemerhati Lupus untuk Lupusnya dan dokter kandungan untuk kehamilannya.

Masih Misterius

Penyakit Lupus sampai sekarang ini masih misterius. Walaupun penyakit ini sudah terdeteksi selama 150 tahun lebih tapi hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya dan cara penyembuhan secara tuntas. Selama ini upaya yang dilakukan para tim medis ? hanya sebatas untuk menekan – mengurangi gejala lupus . Bahkan rumah sakit yang khusus menangani penyakit ini belum tersedia – masih sebatas rumah sakit atas rujukan dokter setempat. Sehingga Lupus dianggap sebagai penyakit autoimmune disease yang paling menonjol beberapa tahun belakangan ini.

Cara Pengobatan :
Beberapa pasien lupus Alhamdulillah merasa staminanya lebih meningkat tidak lemah dan sakit-sakitan, bahkan anehnya menurut pengakuannya virusnya negatif, ini sangat luar biasa setelah konsumsi 5 – 10 btl Gold-G Sea Cucumber Jelly dengan dosis awal 3 x 3 sendok makan per hari setelah makan selama 1 minggu dan selanjutnya 3 x 2 sendok makan, untuk menjaga kondisi kesehatan selanjutnya cukup 2 x 1 sendok makan per hari saja,? sangat aman dan tanpa efek samping.

Definisi Lupus

Lupus adalah penyakit kronik / menahun, merupakan penyakit daya tahan tubuh atau disebut penyakit “autoimun” artinya kekebalan / perlindungan (immune) terhadap jaringan tubuh sendiri ( auto ). Pada manusia normal, sistim kekebalan tubuh akan membuat antibodi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai macam virus, kuman, atau bakteri dan benda?benda asing lainnya. Benda?benda asing ini disebut antigen. Pada penyakit autoimune seperti Lupus, sisitim kekebalan kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan antara substansi asing dengan sel dan jaringan tubuh sendiri. Pada Lupus produksi antibodi ini terlalu berlebihan. Sayangnya saking berlebihan antibodi ini tidak “menyerang” pada “kuman atau musuhnya” tetapi justru “menyerang” sistim kekebalan sel dan jaringan tubuh sendiri. Antibodi seperti ini disebut “auto-antibodi” bereaksi dengan antigen “sendiri” membentuk kompleks imun . Kompleks imun yang terdapat dalam jaringan dapat menyebabkan peradangan, luka pada jaringanan rasa sakit. Sistim kekebalan ini tidak mengenal mana teman mana lawan.
Lupus dikatakan “great imitator”(peniru yang ulung) / “mimikri” (menyerupai penyakit lain), bukan satu jenis penyakit, amat heterogen. Gejala Lupus dapat terjadi dari ringan sampai berat. Gejala pada sebagian Odapus cukup ringan. Sedangkan bagi yang lainnya, lupus bisa menjadi masalah serius dan dapat berakibat fatal bahkan mengancam kelangsungan hidupnya.

Penyebab Penyakit Lupus

Penyebab munculnya penyakit Lupus ini hingga kini masih belum diketahui secara pasti “apa penyebab”nya. Namun yang pasti gejala-gejala umum dari penyakit lupus ini bervariasi, mulai dari gejala yang ringan (hanya mengenai bagian kulit dan persendian) sampai pada gejala serius yang dapat mengancam jiwa manusia jika lupus menyerang organ vital. Karena itu kenalilah semenjak dini bila anda merasakan adanya keluhan dari gejala-gejala umum yang terdapat penyakit lupus.

Perlu diingat bahwa Lupus adalah “Bukan” penyakit menular, bukan penyakit AIDS, bukan penyakit kelamin serta bukan penyakit kanker. Lupus adalah penyakit kelainan antibodi .
Pada penyakit Lupus :
  • Sistem kekebalan tubuh (zat antibodi-nya) justru menyerang diri sendiri dan menjadi perusak sehingga menimbulkan gejala Lupus. Dengan kata lain, penyakit Lupus ini disebut sebagai autoimun = sistem kekebalan tubuh tidak mengenal mana teman atau lawan. (Kelebihan antibodi)
  • Bukan jenis penyakit virus, kuman atau bakteri.
  • Faktor penyebab munculnya gejala Lupus hingga kini belum diketahui dengan pasti.
  • Lebih banyak perempuan dibandingkan dengan laki-laki.
  • Sebagian besar ditemukan pada perempuan usia produktif.
  • Apabila terjadi infeksi, masih bisa diobati.
  • Bukan jenis penyakit menular.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

Jenis-jenis penyakit Lupus ada 3 yaitu :
1. Discoid Lupus – organ tubuh yang terkena hanya bagian kulit!
Dapat dikenali dari ruam yang muncul dimuka, leher dan kulit kepala, ruam di sekujur tubuh, berwarna kemerahan, bersisik, kadang gatal. Pada Lupus jenis ini dapat didiagnosa dengan menguji biopsi dari ruam. Pada discoid lupus hasil biopsi akan terlihat ketidak normalan yang ditemukan pada kulit tanpa ruam. Dan, jenis ini pada umumnya tidak melibatkan organ-organ tubuh bagian dalam. Oleh karena itu, tes ANA (pemeriksaan darah yang digunakan untuk mengetahui keberadaan sistemik lupus – hasilnya bisa saja bersifat negatif pada pasien pengidap discoid lupus. Akan tetapi pada sebagian besar pasien dengan jenis discoid lupus ? hasil pemeriksaan ANA-nya positif, tetapi masih dalam tingkatan atau titer yang? rendah. 10% pasien Discoid dapat menjadi SLE.
2. Drug-Induced Lupus – lupus yang timbul akibat efek samping obat.
Pada lupus jenis ini baru muncul setelah odapus menggunakan jenis obat tertentu dalam jangka waktu yang panjang. Ada 38 jenis obat yang dapat menyebabkan Drug Induced. Salah satu contoh faktor yang mempengaruhi DIL adalah akibat penggunaan obat-obatan hydralazine (untuk mengobati darah tinggi) dan procainamide (untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur). Tapi tidak semua penderita yang menggunakan obat-obatan ini akan berkembang menjadi drug induced Lupus, hanya sekitar 4% orang-orang yang menggunakan obat-obatan tersebut yang akan berkembang menjadi drug induced dan gejala akan mereda apabila obat-obatan tersebut dihentikan. Gejala dari drug-induced lupus (DIL) serupa dengan sistemik lupus. Umumnya gejala akan hilang dalam jangka waktu 6 bulan setelah obat dihentikan. Pemeriksaan Tes AntiNuclear Antibody ( ANA ) dapat tetap positif.
3. Sistemic Lupus Erythematosus.
Lupus ini lebih berat dibandingkan dengan discoid lupus, karena gejalanya menyerang banyak organ tubuh atau sistim tubuh pasien Lupus. Pada sebagian orang hanya kulit dan sendinya saja yang terkena, akan tetapi pada sebagian pasien lupus lainnya menyerang organ vital organ : Jantung – Paru, Ginjal, Syaraf, Otak.
Namun perlu dicatat : Umumnya tidak ditemukan adanya dua orang odapus terkena Sistemik lupus dengan gejala yang persis sama. Lupus sistemik bisa masuk periode dimana, jika ada, gejalanya membaik (remisi), dan dilain waktu penyakit dapat menjadi lebih aktif ( flare up ). Gejala dari yang paling ringan sampai yang paling berat.

Faktor Penyebab Lupus

Faktor penyebab terserangnya seseorang terhadap penyakit Lupus hingga kini belum diketahui, tetapi pengaruh lingkungan dan faktor genetik, hormon diduga sebagai penyebabnya.
Faktor Genetik : Tidak diketahui gen atau gen – gen apa yang menjadi penyebab penyakit tersebut, 10% dalam keluarga Lupus mempunyai keluarga dekat ( orang tua atau kaka adik ) yang juga menderita lupus, 5% bayi yang dilahirkan dari penderita lupus terkena lupus juga, bila kembar identik, kemungkinan yang terkena Lupus hanya salah satu dari kembar tersebut.
Faktor lingkungan sangat berperan sebagai pemicu Lupus, misalnya : infeksi, stress, makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultra violet (matahari) dan penggunaan obat – obat tertentu.
Faktor hormon, dapat menjelaskan mengapa kaum perempuan lebih sering terkena penyakit lupus dibandingkan dengan laki-laki. Meningkatnya angka pertumbuhan penyakit Lupus sebelum periode menstruasi atau selama masa kehamilan mendukung keyakinan bahwa hormon, khususnya ekstrogen menjadi penyebab pencetus penyakit Lupus. Akan tetapi?hingga kini belum diketahui jenis hormon apa yang menjadi penyebab besarnya prevalensi lupus pada perempuan pada periode tertentu yang menyebabkan meningkatnya gejala Lupus masih belum diketahui.
Lupus sering kali disebut sebagai “penyakit perempuan”, meskipun faktanya ada juga laki-laki yang terkena Lupus. Lupus dapat terjadi pada semua usia anak, dewasa.
Walaupun terjadinya penyakit Lupus10-15 kali lebih banyak terjadi pada perempuan usia produktif dibandingkan dengan laki-laki. Gejala penyakit Lupus pada perempuan dan laki-laki pada umumnya adalah sama. Tetapi risiko timbulnya Lupus pada perempuan dewasa usia subur 8 kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan laki-laki dewasa. Beberapa data menunjukkan insiden penyakit Lupus ras Asia lebih tinggi dibandingkan ras Kaukasia.
Faktor sinar matahari adalah salah satu kondisi yang dapat memperburuk gejala Lupus. Diduga oleh para dokter bahwa sinar matahari memiliki banyak ekstrogen sehingga mempermudah terjadinya reaksi autoimmune. Tetapi bukan berarti bahwa penderita hanya bisa keluar pada malam hari. Pasien Lupus bisa saja keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah pukul 16.00 dan disarankan agar memakai krim pelindung dari sengatan matahari. Teriknya sinar matahari di negara tropis seperti Indonesia, merupakan faktor pencetus kekambuhan bagi para pasien yang peka terhadap sinar matahari dapat menimbulkan bercak-bercak kemerahan di bagian muka.kepekaan terhadap sinar matahari (photosensitivity) sebagai reaksi kulit yang tidak normal terhadap sinar matahari.
Empat puluh hingga 60% pasien SLE adalah rentan terhadap photosensitive. Terkena cahaya matahari secara berlebihan diperkirakan sebagai faktor pemicu serangan dari penyakit SLE dan memperburuk cutaneous (discoid) lupus.
Pasien Lupus, harus menyadari bahwa sinar matahari adalah “musuh” bagi mereka. Gaya hidup yang sensitif akan memperkecil tekena dari sengatan sinar UV yang berlebihan. Aktivitas di luar gedung sebaiknya diselesaikan sebelum jam 10 pagi dan setelah jam 2 siang – saat cahaya UV kurang begitu menyengat. Pasien Lupus sebaiknya tidak berjemur atau berpanas-panas dan tidak membuat kulitnya menjadi coklat terbakar sinar matahari.
Karena itu gunakan pelindungmatahari yang dapat menghambat cahaya matahari (sunblock) dan yang menahancahaya matahari (sunscreens). Penghambatcahaya matahari (sunblock) .
Aku & Lupus, Tiara.S


Untuk Pemesanan Hubungi 08161880660